bekasi-24-jam

Pulang Jualan Nenek Syok Cucu dan Anak Bersimbah Darah di Kontrakan, Satu Balita Tewas

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:43 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi awak media di Mapolres pada Kamis (28/5/2026). (mame/metropolitan)

METROBEKASI.ID - Warga Omah Seruni 99, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, mendadak gempar usai seorang balita berusia 2,5 tahun berinisial A ditemukan tewas mengenaskan di dalam kontrakan, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kasus tersebut langsung ditangani Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota bersama Polsek Jatisampurna setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, dua korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kontrakan.

“Di dalam kontrakan itu tadinya ada dua korban, pertama anak umur kurang lebih 2,5 tahun, yang mana tewasnya sangat mengenaskan,” ujar Kompol Andi kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga: Tinggal Sendirian di Tambun, Lansia asal Korea Selatan Ditemukan Tewas Penuh Luka

Menurutnya, korban balita mengalami luka sayatan dan tusukan di beberapa bagian tubuh.

Sementara satu korban lainnya berinisial G (18) ditemukan masih bernyawa namun mengalami luka sayatan di bagian pipi hingga mulut serta luka tusuk di bagian dada.

“Korban yang satunya ini tergeletak, ada luka sayatan di pipi hingga ke mulut serta luka tusuk juga di dada,” ungkapnya.

Seperti diketahui, balita A tinggal bersama neneknya berinisial M (60) dan G (18) di kontrakan tersebut.

Baca Juga: Cegah Kejahatan di Jalanan Bekasi, Polsek Cikarang Barat dan Tim Gabungan Gelar Patroli Malam

Saat kejadian berlangsung, sang nenek tengah berjualan dan baru pulang pada malam hari.

Namun setibanya di rumah, ia syok melihat anak dan cucunya sudah tergeletak bersimbah darah dengan pisau berada di dekat korban.

“Neneknya kaget, lalu secara refleks mengambil pisau yang ada di dekat korban dan sempat mencuci pisau tersebut,” katanya.

Polisi sempat mencurigai sang nenek karena sempat memegang barang bukti di lokasi kejadian. Namun setelah dilakukan pendalaman, tindakan itu disebut murni karena panik.

Halaman:

Tags

Terkini