METROBEKASI.ID - Sebuah benda yang diduga granat nanas ditemukan warga di tempat pembuangan sampah, Jalan Wali Songo Raya Bekasi Timur, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Temuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Tak sedikit yang khawatir benda itu merupakan granat aktif yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono mengatakan, benda itu pertama kali ditemukan oleh warga saat berada di area pembuangan sampah.
Baca Juga: Tipu 58 Calon Pengantin, Owner WO Marwah Diciduk Polisi, Kerugian Korban Tembus Rp2,6 Miliar
"Yang diduga granat nanas, kalau bahasa lazimnya karena bentuknya seperti granat nanas, ditemukan oleh warga di tempat pembuangan sampah," kata Suparyono melalui pesan singkat, Sabtu (30/5/2026).
Mengetahui ada benda mencurigakan tersebut, warga tidak berani menyentuh atau memindahkannya. Mereka kemudian melapor kepada pengurus lingkungan setempat, yakni Ketua RT dan RW, yang selanjutnya meneruskan laporan itu ke Polsek Bekasi Timur.
"Selanjutnya warga melapor ke RT dan RW, kemudian RT dan RW melapor ke Polsek Bekasi Timur," jelasnya.
Baca Juga: Belasan Siswa SMAN 2 Cikarang Pusat Lolos SNBT-UTBK 2026, Tembus Kampus-kampus Favorit
Menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Tim Penjinak Bom (Jihandak) Polda Metro Jaya guna memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur keamanan.
Tim Jihandak kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan.
Benda yang ditemukan warga tersebut akhirnya dievakuasi untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim ahli.
Baca Juga: Permukiman Padat di Kampung Sukamantri Dilahap Api, Atap Rumah dan Perabotan Ludes Terbakar
"Sudah diamankan oleh tim Jihandak Polda. Penanganannya sudah sesuai SOP yang berlaku," ujar Suparyono.
Meski memiliki bentuk yang menyerupai granat nanas, polisi hingga kini belum dapat memastikan apakah benda tersebut benar-benar granat aktif atau hanya benda lain yang memiliki bentuk serupa. Status benda itu pun masih menunggu hasil identifikasi tim ahli.