METROBEKASI.ID - Niat mencari pekerjaan di Bekasi justru berujung petaka bagi Yuli (25), perempuan asal Pemalang yang diduga menjadi korban penipuan setelah tiba di Kabupaten Bekasi.
Informasi yang dihimpun, Yuli datang ke Bekasi setelah menerima tawaran pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dari seorang rekannya.
Namun, setibanya di lokasi, pekerjaan yang dijanjikan ternyata tidak pernah ada.
Baca Juga: Perlintasan Sebidang bakal Ditutup, Underpass Nonon Sonthanie Jadi Prioritas Pemkot Bekasi
Tidak hanya gagal mendapatkan pekerjaan, Yuli juga diduga kehilangan sejumlah barang pribadinya.
Telepon genggam yang dibawanya dari kampung disebut ikut dibawa oleh teman yang mengajaknya ke Bekasi, sehingga ia kehilangan alat komunikasi dan tidak dapat menghubungi keluarga.
Dalam kondisi kebingungan tanpa pekerjaan dan bekal yang cukup, Yuli kemudian mendatangi Polsek Setu untuk meminta bantuan.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian.
Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah bersama Kanit Reskrim Iptu Isran Raja Gukguk dan personel piket kemudian memberikan bantuan kepada korban.
“Tindakan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat,” ujar AKP Usep Aramsyah, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Pegawai PPPK Kabupaten Bekasi Diciduk Bawa Sabu, Polisi Sita Belasan Paket Narkoba dari Dua Lokasi
Ia menegaskan, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membantu warga yang sedang mengalami kesulitan di lapangan.
Pihak kepolisian kemudian memfasilitasi kepulangan Yuli agar dapat kembali berkumpul dengan keluarganya di Pemalang.