METROBEKASI.ID - TPA Burangkeng di Kabupaten Bekasi disebut-sebut bakal menjalani transformasi besar dalam sistem pengelolaan sampah.
Dua metode utama yang disiapkan adalah landfill mining dan Refuse Derived Fuel (RDF) yang ditarget mampu mengurangi Gunungan sampah dalam waktu sekitar dua tahun.
Rencana ini mulai menjadi sorotan karena dianggap sebagai salah satu upaya modern untuk menangani persoalan sampah yang selama ini terus menumpuk di kawasan tersebut.
Melalui konsep landfill mining, sampah yang sudah lama tertimbun di area TPA akan digali kembali.
Setelah itu, sampah tersebut akan dipilah untuk memisahkan material yang masih bisa dimanfaatkan dan yang tidak dapat diolah lebih lanjut.
Sementara sebagian sampah akan diproses menjadi RDF atau bahan bakar alternatif.
RDF sendiri merupakan hasil olahan sampah seperti plastik, kertas, kain hingga material mudah terbakar lainnya yang dicacah dan dikeringkan hingga bisa digunakan sebagai pengganti batu bara di industri, terutama pabrik semen.
Program ini digadang-gadang mampu mengurangi volume sampah hingga sekitar 1.000 ton per hari.
Dengan pengurangan tersebut, beban TPA Burangkeng diharapkan bisa jauh lebih ringan dibanding kondisi saat ini yang sudah mendekati kelebihan kapasitas.
Baca Juga: Bikin Panik Sekampung, Ular Sanca Batik 3 Meter Tiba-tiba Muncul di Kamar Mandi Warga Babelan
Selain mengurangi timbunan sampah, konsep ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan lahan TPA baru.
Sampah tidak lagi hanya ditimbun, tetapi diolah kembali menjadi energi yang memiliki nilai ekonomi.