Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa Bantargebang Dipilih Jadi TPA Jakarta? Ini Ternyata Cerita di Baliknya

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Kamis, 28 Mei 2026 | 13:15 WIB
Begini kondisi gunungan sampah di Bantargebang Bekasi. ( instagram/mujib.ansori )
Begini kondisi gunungan sampah di Bantargebang Bekasi. ( instagram/mujib.ansori )

METROBEKASI.ID -  Penetapan Bantargebang di Kota Bekasi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah DKI Jakarta rupanya tak terjadi tiba-tiba.

Keputusan tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan berbagai pertimbangan lokasi, baik di dalam Jakarta maupun wilayah penyangga di Jawa Barat.

Awalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sempat merencanakan Ujung Menteng, Jakarta Timur, sebagai lokasi TPA

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran di Kalimalang Bekasi, 4 Remaja Diciduk, Sajam dan Motor Disita

Namun rencana itu akhirnya dibatalkan karena kondisi wilayah yang sudah terlalu padat dan dinilai tidak lagi memungkinkan untuk pengembangan fasilitas pembuangan sampah dalam skala besar.

Setelah opsi tersebut tidak memungkinkan, pemerintah DKI bersama pemerintah pusat mulai melirik wilayah penyangga di Jawa Barat sebagai alternatif lokasi pembuangan sampah ibu kota.

Pada masa itu, Gubernur Jawa Barat Yogie Suardi Memet mengajukan tiga lokasi yang dapat dipertimbangkan. 

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran di Kalimalang Bekasi, 4 Remaja Diciduk, Sajam dan Motor Disita

Ketiganya di antaranya, Citeureup di Kabupaten Bogor, Bantargebang di Kabupaten Bekasi, serta Setu yang saat itu masih masuk wilayah Kabupaten Tangerang.

Dari ketiga lokasi tersebut, Citeureup sempat jadi kandidat terkuat karena dinilai memiliki akses yang cukup strategis, terutama dekat dengan jalur tol.

Namun, lokasi tersebut akhirnya tidak dipilih karena berada di kawasan hulu sungai yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan dampak pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Sapi Kurban Setengah Ton Nyemplung ke Parit, Damkar Bekasi Turun Tangan Evakuasi

Setelah melalui berbagai pertimbangan, pilihan akhirnya jatuh ke Bantargebang.

Saat itu, kawasan tersebut masih berupa lahan kosong dan relatif jauh dari permukiman padat penduduk, sehingga dianggap lebih memungkinkan untuk dijadikan lokasi TPA skala besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini