sosial

Sekolah Rakyat Khusus Keluarga Miskin segera Dibuka di Bekasi, Ini Kuota dan Sasarannya

Selasa, 19 Mei 2026 | 10:00 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman saat meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Senin (18/5/2026). (instagram/bekasi_kab)

METROBEKASI.ID - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini disiapkan khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Program tersebut juga membuka kesempatan bagi anak-anak yang putus sekolah untuk kembali belajar, bahkan bagi mereka yang selama ini hidup di jalanan.

Hal itu disampaikan Plt Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja usai mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (18/5/2026).

Baca Juga: Niat Jemput Ayah, Remaja di Cikarang Diduga Jadi Target Begal, Sempat Ditendang hingga Alami Luka

Menurutnya, Pemkab Bekasi sudah menyiapkan lahan sekitar 5,4 hektare untuk mendukung pembangunan sekolah yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Dari pemerintah daerah kita menyiapkan lahan sekitar 5 hektare lebih. Pembangunannya dilakukan oleh PU, sedangkan daerah menyiapkan tanah dan dukungan infrastrukturnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru, tetapi juga bagi anak-anak yang sebelumnya putus sekolah agar bisa kembali memperoleh pendidikan formal.

“Ada yang usianya 13 tahun masuk SD karena sebelumnya putus sekolah. Anak-anak seperti itu akan kita tarik kembali untuk sekolah,” katanya.

Baca Juga: Mandi di Kali Cikarang Berujung Petaka, Anak 10 Tahun Tenggelam dan Ditemukan tak Bernyawa

Sasaran utama program ini berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.

“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah,” jelasnya.

Untuk tahap awal, Kabupaten Bekasi mendapatkan kuota sebanyak 270 siswa yang terbagi ke dalam sembilan rombongan belajar atau rombel.

Rinciannya masing-masing tiga rombel untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. “Total kuotanya 270 siswa. SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini