METROBEKASI.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi menghidupkan kembali konsep sekolah negeri unggulan lewat program Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung.
Program pendidikan di era Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini dirancang sebagai transformasi sekolah unggulan untuk menjaring sekaligus membina siswa-siswa berprestasi secara lebih maksimal.
Melansir dari Instagram gobekasi.official pada Selasa (19/5/2026), untuk tahap awal sebanyak 41 sekolah di Jawa Barat ditunjuk menjadi pilot project Sekolah Maung.
Di wilayah Bekasi Raya, dua sekolah yang masuk daftar tersebut yakni SMAN 1 Kota Bekasi dan SMAN 2 Tambun Selatan.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp17.667, Apindo Bekasi: Industri Mulai Ketar-ketir soal Bahan Baku Impor
Kehadiran Sekolah Maung juga menjadi tanda perubahan besar dalam sistem penerimaan murid baru di Jawa Barat.
Jika sebelumnya jalur domisili atau zonasi menjadi salah satu syarat utama masuk sekolah negeri, kini aturan itu tak lagi berlaku untuk Sekolah Maung.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto menegaskan, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk Sekolah Maung akan sepenuhnya mengandalkan jalur prestasi.
“Untuk Sekolah Maung, SPMB-nya dimulai lebih dulu dan tidak ada lagi jalur domisili seperti di sekolah reguler,” ujar Purwanto saat Kick Off SPMB Jawa Barat di Kompleks Olahraga Arcamanik, Senin (18/5/2026).
Tak hanya berbeda dari sisi jalur masuk, jadwal seleksi Sekolah Maung juga dimajukan dibanding sekolah reguler. Seleksi dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026.
Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk mengatasi persoalan sistem zonasi yang selama ini dinilai kerap merugikan siswa berprestasi hanya karena lokasi tempat tinggal mereka jauh dari sekolah favorit.
Lewat Sekolah Maung, Pemprov Jawa Barat ingin mengembalikan citra sekolah negeri unggulan agar kembali menjadi pusat prestasi sekaligus kebanggaan masyarakat.
Meski begitu, Purwanto menepis anggapan bahwa Sekolah Maung hanya akan menjadi tempat bagi anak-anak dari keluarga berada.