sosial

Hari Arafah, Momentum Istimewa untuk Meraih Ampunan Allah SWT, Ini Amalan yang Dianjurkan

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi. Hari ini, umat Islam yang tidak sedang berhaji dianjurkan melaksanakan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar. (pixabay)

METROBEKASI.ID - Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Islam kembali memasuki salah satu hari istimewa dalam kalender Hijriah, yakni Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah.

Pada hari ini, umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa arafah.

Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan besar, salah satunya diyakini dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Dalam ceramahnya, pendakwah kondang Buya Yahya menjelaskan bahwa Hari Arafah merupakan hari yang agung dan penuh keberkahan, di mana Allah SWT membuka kesempatan luas bagi hamba-Nya untuk memperbanyak ibadah.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Pengantin di Bekasi Jadi Korban WO Bermasalah, Kerugian Capai Rp85 Juta

“Bagi orang yang sedang berhaji, mereka melakukan wukuf di Padang Arafah. Sedangkan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji, disunnahkan untuk berpuasa di Hari Arafah,” jelas Buya Yahya seperti dilansir dari laman buyayahya.org, Senin (25/5/2026).

Ia menambahkan, keutamaan puasa Arafah disebut dalam hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Muslim, bahwa puasa tersebut menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun.

Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk beramal saleh.

Dalam hadis riwayat Abu Daud, Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari yang lebih utama untuk beramal dibandingkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Baca Juga: Mulai Bersiap ke Arafah, Jemaah Haji Indonesia Diminta Jaga Fisik dan Tetap Disiplin

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, sedekah, silaturahmi, dzikir, takbir, tahlil dan tahmid. Dan puncaknya berada pada Hari Arafah.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa puasa Arafah disunnahkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

Sementara bagi jemaah haji yang berada di Arafah, dianjurkan memperbanyak doa, dzikir dan istighfar.

Terkait orang yang masih memiliki utang puasa Ramadan, terdapat perbedaan pendapat ulama. Mazhab Imam Abu Hanifah memperbolehkan tetap menjalankan puasa Arafah, sementara Imam Malik dan Imam Syafi’i menganjurkan untuk mendahulukan qadha puasa.

Halaman:

Tags

Terkini