Kamis, 4 Juni 2026

Makin Panas! Warga Grand Galaxy City Tetap Tolak Gate Parkir Otomatis dan IPL Rp850 Ribu per Bulan  

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Kamis, 21 Mei 2026 | 14:53 WIB
Warga Ruko Grand Galaxy City ketika menggelar aksi damai di depan kantor Management Of Property Grand Galaxy City di Bekasi, Kamis (21/5/2026). (mame/metropolitan)
Warga Ruko Grand Galaxy City ketika menggelar aksi damai di depan kantor Management Of Property Grand Galaxy City di Bekasi, Kamis (21/5/2026). (mame/metropolitan)

 

METROBEKASI.ID - Puluhan warga Grand Galaxy City (GGC), Jakasetia, Bekasi selatan, kembali menggelar aksi damai di depan kantor Management of Property (POM), Kamis (21/5/2026).

Aksi ini merupakan lanjutan dari protes warga terhadap penerapan gate parkir otomatis atau sistem parkir berbayar di kawasan ruko Grand Galaxy City.

Dengan mengenakan kaos merah, warga datang secara konvoi sambil membawa berbagai tuntutan.

Mereka menilai kebijakan parkir per jam di area ruko sangat merugikan penghuni sekaligus pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Sudah 5 Hari Jemaah Haji Indonesia Hilang di Mekkah, Masjidilharam hingga Rumah Sakit Terus Disisir

Situasi sempat memanas ketika massa aksi terlibat adu argumen dengan petugas keamanan yang berjaga di depan kantor management.

Warga meminta pengelola menemui mereka untuk berdialog secara langsung, namun hingga aksi berlangsung tak ada satu pun perwakilan manajemen yang bersedia menemui massa.

Ketua Perkumpulan Warga Ruko Grand Galaxy City, Daniel Batubara, mengatakan, keberadaan parkir berbayar membuat pemilik usaha resah karena khawatir pembeli enggan datang.

“Keresahan utama kami, masa di ruko tempat tinggal dan tempat usaha sendiri harus bayar parkir per jam? Kalau diterapkan, UMKM di sini bisa mati karena pembeli dan logistik pasti malas datang,” ujar Daniel kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Selamatkan Pertanian Warga, BBWS Ciliwung Cisadane Kerahkan Alat Berat Benahi Muara Ciherang

Menurutnya, warga sudah dua kali melakukan aksi, namun manajemen dinilai selalu menghindar dan tak pernah memberikan penjelasan secara terbuka kepada warga.

Daniel juga menyoroti klaim pengelola yang disebut telah mengantongi izin dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terkait penerapan parkir otomatis.

Namun hingga kini, warga mengaku belum pernah diperlihatkan bukti izin tersebut secara transparan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini