Baca Juga: Mulai Bersiap ke Arafah, Jemaah Haji Indonesia Diminta Jaga Fisik dan Tetap Disiplin
Kekhawatiran itu akhirnya terbukti ketika menjelang hari pernikahan, sejumlah fasilitas resepsi disebut belum tersedia.
Mulai dari gedung, dekorasi hingga makanan ternyata diduga belum dibayarkan pihak WO. Bahkan pembayaran gedung di Islamic Center Kota Bekasi disebut baru sebatas uang muka.
Kondisi tersebut membuat Aldi dan Feny langsung bergerak cepat mencari solusi agar akad nikah tetap bisa berlangsung.
Sehari sebelum acara, mereka menghubungi satu per satu vendor yang kemungkinan masih dapat membantu.
Baca Juga: Akses Pejalan Kaki bakal Lebih Nyaman, JPO Baru di Stasiun Bekasi Ditarget Rampung Akhir Juni 2026
Beruntung, beberapa vendor seperti MUA, MC, hairdo dan attire tetap bersedia hadir karena pembayaran mereka sudah lunas.
"Kita kabarin ke vendor yang mungkin bisa datang, seperti MUA, MC. Kita kabarin, 'Kak besok kemungkinan buruknya tidak ada acara resepsi, tapi kemungkinan tetap ada ijab'. MUA bersedia hadir, MC juga bersedia hadir, hairdo juga bersedia, attire juga karena sudah lunas. Cuma empat itu yang bisa hadir," tutur Feny.
Pihak Islamic Center Bekasi juga disebut membantu menyediakan fasilitas agar prosesi akad nikah tetap dapat dilaksanakan meski hanya dalam waktu terbatas.
"Kemarin itu baru DP dari pihak Marwah. Dari Islamic Center, karena tahu kita korban, dia sediakan fasilitas untuk akad satu sampai dua jam. Alhamdulillah kita tetap jalan," ucap Feny.
Baca Juga: Aksi Balap Liar di Bekasi Dibubarkan Brimob, 3 Remaja Diamankan, Satu Motor Ikut Disita
Tak hanya itu, pasangan ini bahkan harus membeli makanan secara mendadak menggunakan dana pribadi untuk menjamu tamu undangan yang datang.
Meski penuh kepanikan dan jauh dari rencana awal, Aldi dan Feny akhirnya tetap dapat melangsungkan akad nikah mereka.
Merasa dirugikan secara materiil maupun emosional, pihak keluarga korban memilih untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.
Mereka pun melaporkan tindakan dugaan penipuan yang dilakukan Marwah Catering ke Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (24/5) malam, untuk diproses lebih lanjut.***