METROBEKASI.ID - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Muhammad Iksan Maulana, korban yang dilaporkan tenggelam di Kali bekasi, dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sore.
Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian intensif selama lima hari sejak pertama kali dilaporkan tenggelam di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi.
Koordinator Unit Siaga Basarnas Bekasi, Erdi Jatmiko, menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh tim pencarian regu tiga di area pinggiran Kali Bekasi dengan kondisi mengenaskan.
“Korban ditemukan berada di daratan pinggir kali, bukan di air. Kondisinya tertimbun lumpur dan sudah membusuk,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Kota Bekasi, Kamis (28/5/2026) malam.
Baca Juga: Viral Sumpah Setia untuk Kades di Bekasi, Warga Pebayuran Siap Terima Azab Dunia Akhirat jika Ingkar
Menurut Erdi, korban tenggelam pada Sabtu (23/5/2026) lalu. Namun laporan resmi baru diterima Basarnas pada Minggu (24/5/2026).
Setelah menerima laporan tersebut, Tim SAR langsung bergerak melakukan pencarian secara intensif.
Pada hari kelima pencarian, operasi SAR dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran dari Bendungan Prisdo hingga Muara Gembung. SRU kedua menyisir wilayah Prisdo hingga Perkampungan Asri.
Sementara SRU ketiga melakukan pencarian dari lokasi kejadian hingga Warung Ayu dan SRU keempat melakukan pemantauan menggunakan drone thermal. “Pada pukul 16.00 WIB, SRU tiga melihat sosok jenazah korban,” katanya.
Baca Juga: Diduga Curi Motor, Pria Ini Nyaris Babak Belur Usai Kepergok Warga Ngumpet di Gorong-gorong
Erdi mengungkapkan, lokasi penemuan korban berjarak sekitar 10,82 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Korban diduga terbawa arus deras akibat meningkatnya debit air Kali Bekasi karena kiriman air dari hulu.
“Debit air meningkat karena adanya kiriman air dari hulu. Kemungkinan korban terbawa arus hingga melewati Bendungan Prisdo,” jelasnya.
Selain arus yang deras, kondisi geografis di lokasi penemuan juga diduga membuat tubuh korban tersangkut dan tertimbun material lumpur. Area tersebut diketahui memiliki belokan sungai dengan endapan lumpur yang cukup tebal.