bekasi-24-jam

Harlah Pancasila 2026, Plt Bupati Bekasi Ajak Warga Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

Senin, 1 Juni 2026 | 15:15 WIB
Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja, saat upacara memperingati Harlah Pancasila di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (1/5/2026) ( dok diskominfosantik)

METROBEKASI.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali meneguhkan semangat kebangsaan melalui peringatan Hari Lahir atau Harlah Pancasila 2026 yang digelar di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (1/6/2026).

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia", peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran penting Pancasila sebagai dasar negara, perekat persatuan nasional sekaligus landasan Indonesia dalam berkontribusi mewujudkan perdamaian dan keadilan di tingkat global.

Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja, yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila tak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan.

Baca Juga: Ubah Minyak Jelantah Jadi Berkah, Program Sumijan Biayai Posyandu hingga Kegiatan Remaja di Tambun

Menurutnya, peringatan tersebut merupakan momen refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup, tumbuh dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa di tengah keberagaman dan menjadi bintang penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar dr Asep.

Ia menjelaskan, di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi perkembangan teknologi, perubahan sosial hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila tetap relevan sebagai pondasi moral dan arah bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Gagal Beraksi Usai Kepergok Warga, Pria Diduga Curanmor di Kedungwaringin Babak Belur Dihajar Massa

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tak hanya berfungsi menjaga keutuhan bangsa, tapi juga menjadi dasar bagi Indonesia dalam membangun hubungan internasional yang damai dan berkeadilan.

“Pancasila adalah pondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” katanya.

Lebih lanjut dr Asep menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Baca Juga: Gudang Limbah Tekstil di Cikarang Barat Ludes Terbakar, 7 Rumah Warga Ikut Hangus

Menurutnya, komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Mulai dari pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penindasan.

Halaman:

Tags

Terkini