Kamis, 4 Juni 2026

Ubah Minyak Jelantah Jadi Berkah, Program Sumijan Biayai Posyandu hingga Kegiatan Remaja di Tambun

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Senin, 1 Juni 2026 | 12:15 WIB
Di Desa Sumberjaya, Kabupaten Bekasi, minyak jelantah justru menjadi "tabungan sosial" yang membantu membiayai kegiatan Posyandu, PKK, Kampung KB hingga aktivitas remaja. (dok pemkab bekasi)
Di Desa Sumberjaya, Kabupaten Bekasi, minyak jelantah justru menjadi "tabungan sosial" yang membantu membiayai kegiatan Posyandu, PKK, Kampung KB hingga aktivitas remaja. (dok pemkab bekasi)

METROBEKASI.ID - Siapa sangka minyak jelantah yang biasanya berakhir di saluran pembuangan kini justru menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.

Melalui Program Sumijan alias Sumbangan Minyak Jelantah, Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber pendanaan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Program yang telah berjalan hampir 10 tahun itu mengajak warga menyumbangkan minyak jelantah dari rumah masing-masing.

Minyak yang terkumpul kemudian dijual kepada pengepul, dan hasilnya digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Gagal Beraksi Usai Kepergok Warga, Pria Diduga Curanmor di Kedungwaringin Babak Belur Dihajar Massa

Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, menjelaskan bahwa pengumpulan minyak jelantah dilakukan secara terorganisir melalui RT dan kader posyandu di setiap lingkungan.

“Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Hasil penjualannya digunakan untuk operasional dan kegiatan PKK, Posyandu, Kampung KB hingga mendukung kegiatan remaja,” ujar Rosmawati, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pihak posyandu juga memastikan pengepul yang bekerja sama dipilih secara selektif.

Langkah tersebut dilakukan agar minyak jelantah yang terkumpul dapat dimanfaatkan dengan tepat dan tidak disalahgunakan.

Baca Juga: Gudang Limbah Tekstil di Cikarang Barat Ludes Terbakar, 7 Rumah Warga Ikut Hangus

Rosmawati mengatakan, manfaat Program Sumijan tak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Sebelum program ini berjalan, banyak warga yang masih membuang minyak bekas secara sembarangan.

Kini kebiasaan tersebut mulai berubah karena masyarakat memahami bahwa minyak jelantah masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik.

“Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang sejak ada Sumijan, warga jadi rajin mengumpulkan minyak jelantah. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui minyak jelantah karena hasilnya kembali untuk kepentingan warga, istilahnya dari warga untuk warga,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini