Baca Juga: Sosok SBC di Mata Tetangga, Juragan Kontrakan WN Korea yang Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya Bekasi
Selain berpotensi mencemari lingkungan, minyak jelantah yang dibuang ke saluran air juga dapat menyebabkan penyumbatan akibat penumpukan lemak.
Karena itu, Program Sumijan menjadi salah satu contoh nyata pemanfaatan limbah rumah tangga yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.
Keberhasilan program ini bahkan mulai menginspirasi lingkungan lain di sekitar Desa Sumberjaya. Banyak warga yang kini berinisiatif mengoordinasikan pengumpulan minyak jelantah secara mandiri untuk dimanfaatkan kembali bagi kepentingan lingkungan mereka.
“Alhamdulillah, setelah adanya Program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang mulai mengoordinasikan pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” ungkap Rosmawati.
Baca Juga: Upacara Hari Lahir Pancasila Sepi Pejabat, Ini Kata Plh Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe
Ia berharap Program Sumijan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih produktif.
Dengan langkah sederhana, masyarakat tidak hanya membantu menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan bersama.
“Harapannya, program seperti Sumijan bisa menjadi inspirasi dan diterapkan di wilayah lain agar manfaatnya semakin luas,” pungkasnya.***