Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Melemah, Disdagperin Bekasi Fokus Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Iduladha

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Selasa, 26 Mei 2026 | 09:00 WIB
Kepala Disdagprin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, saat meninjau pasar tradisional, Senin (25/5/2026) (mame/metropolitan)
Kepala Disdagprin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, saat meninjau pasar tradisional, Senin (25/5/2026) (mame/metropolitan)

METROBEKASI.ID - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan dampak pada sejumlah sektor, terutama yang berkaitan dengan pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan aktivitas industri.

Meski hingga saat ini belum terjadi lonjakan harga yang signifikan, Pemerintah Kota atau Pemkot Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus memperkuat langkah pengawasan untuk menjaga stabilitas inflasi serta melindungi daya beli masyarakat.

Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, mengatakan, pihaknya secara rutin memantau harga berbagai komoditas di pasar, khususnya barang-barang yang berpotensi terdampak fluktuasi nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Sungai Cikeas Meluap, Banjir Sempat Genangi Jatiasih Bekasi hingga Status Siaga 1

“Kami tetap melakukan penyisiran terkait harga bahan pokok apa saja yang berpotensi mengalami kenaikan di lapangan imbas adanya kenaikan dolar,” ujar Ika kepada media, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, kondisi rupiah yang melemah juga perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi stabilitas harga, terutama menjelang momentum Hari Raya Iduladha ketika permintaan masyarakat biasanya meningkat.

Ia menyebut beberapa komoditas seperti cabai dan kebutuhan pokok lainnya menjadi perhatian karena sangat sensitif terhadap perubahan harga, baik akibat faktor distribusi maupun kondisi global.

Baca Juga: Bidik Banyak Medali, Pemkab Bekasi Siapkan Atlet Terbaik demi Hasil Maksimal di POPDA 2026

“Terutama seperti turunan cabai dan seluruh kebutuhan bahan pokok lainnya yang berpotensi mengalami kenaikan harga. Pada agenda-agenda besar hari keagamaan, kebutuhan masyarakat biasanya juga ikut meningkat,” jelasnya.

Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin (25/5/2026) bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.696 hingga Rp17.732 per dolar AS.

Rupiah sempat dibuka menguat 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp17.696, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.717.

Baca Juga: Wamenhaj RI Sidak Tenda Haji di Armuzna, Spanduk Liar Kloter Bekasi Dicopot, Pastikan Fasilitas Jemaah Aman

Meski demikian, Pemkot Bekasi memastikan upaya pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui pemantauan harga di pasar, pengawasan distribusi barang, hingga koordinasi lintas sektor.

Langkah ini dilakukan agar stabilitas harga tetap terjaga dan dampak gejolak ekonomi global tidak terlalu membebani masyarakat di daerah. (ADV)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini