Baca Juga: Untung Makin Tipis, Pengrajin Tempe di Bekasi Keluhkan Harga Kedelai Tembus Rp10.200 per Kg
Laode bahkan menyebut tabung CNG tersebut berpotensi lebih aman dibandingkan tabung LPG 3 kilogram yang saat ini digunakan masyarakat.
“Sebenarnya kuncinya bagaimana menyiapkan tabung dan valve-nya benar-benar kuat dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa program konversi LPG ke CNG saat ini telah memasuki tahap uji coba dan ditargetkan selesai paling lambat tiga bulan mendatang.
Bahlil menilai program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang selama ini masih cukup besar.
Ia juga menyebut Indonesia memiliki potensi sumber daya gas domestik yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program konversi tersebut, termasuk dari penemuan sumber gas baru di Kalimantan Timur.
“Ketika gejolak geopolitik terjadi, kita sangat tergantung pada impor LPG global. Maka kami menyiapkan alternatif lain melalui pemanfaatan gas domestik,” ujar Bahlil.
Pemerintah berharap program konversi LPG ke CNG ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban impor energi dari luar negeri.***