nasional

Ratusan HP Disita, Polda Metro Jaya Telusuri Dugaan Jaringan Besar Begal di Jabodetabek

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:00 WIB
Pengungkapan kasus begal di wilayah Jabodetabek terus dikembangkan Polda Metro Jaya. Hasilnya, polisi menyita hampir 200 unit ponsel di wilayah Jabodetabek. (dok tbn)

METROBEKASI.ID - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah mendalami ratusan barang bukti berupa hampir 200 gawai yang disita dari para pelaku begal dan penadah.

Seluruh perangkat tersebut kini diperiksa secara digital forensik di laboratorium Polri untuk menelusuri jejak komunikasi dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kejahatan yang lebih luas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa proses analisis dilakukan secara intensif bersama Puslabfor Polri dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Apes! Niat Istirahat di Cikarang, Dua HP dan Uang Rp5 Juta Rombongan asal Lampung Raib Digondol Maling

“Dari hampir 200 gawai yang kami amankan atau kami sita dari tangan pelaku maupun para penadahnya, kami sedang lakukan analisa digital pada laboratorium digital forensik Polri,” jelasnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Iman, pemeriksaan ini tak hanya fokus pada barang bukti, tetapi juga untuk mengurai pola komunikasi serta kemungkinan adanya skema lain di balik meningkatnya kasus kejahatan jalanan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Euforia Suporter, Nobar Liga 1 di Bekasi Dijaga Ketat, Polisi dan 3 Pilar Turun Langsung

Jika hasil analisis menunjukkan adanya indikasi jaringan besar, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan kasus dan memburu pihak-pihak lain yang terlibat.

Selain upaya penindakan, Polda Metro Jaya juga memperkuat langkah preventif dengan menggelar patroli skala besar, sedang hingga kecil di sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Banten.

Patroli ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah di tingkat kecamatan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan angka kejahatan jalanan di Jabodetabek.***

Tags

Terkini