nasional

Dolar AS Makin Perkasa! Kini Tembus Rp18.000, BI Siaga Jaga Stabilitas Rupiah

Kamis, 4 Juni 2026 | 13:15 WIB
Tekanan terhadap rupiah belum mereda. Dolar AS tercatat bergerak di kisaran Rp18.000 pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. (istimewa)

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik sekaligus menjaga kecukupan likuiditas valuta asing di dalam negeri.

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," ujar Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga: Evakuasi Truk Kontainer Terguling di Kedungwaringin, Arus Lalu Lintas Jalur Pantura Macet Parah

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, BI juga terus berupaya memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia agar mampu menghadapi gejolak ekonomi global yang masih berlangsung.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, sebelumnya telah memperkirakan bahwa rupiah berpotensi menembus level Rp18.000 per dolar AS dalam pekan ini.

Menurutnya, pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi sentimen eksternal, terutama konflik geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Bobol Tower BTS Tengah Malam, Pria di Bekasi Gasak Kabel Sepanjang 405 Meter, Dijual Rp90 Ribu per Kg

Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian tersebut membuat investor global terus memburu dolar AS sebagai aset safe haven atau aset yang dianggap aman saat kondisi dunia bergejolak.

"Situasi masih belum beres di Timur Tengah, masih belum jelas apakah perdamaian akan terjadi dalam waktu dekat. AS dan Iran masih terlihat saling serang. Dengan situasi ini, dolar masih kuat sebagai aset safe haven," ujarnya.

Ketika permintaan terhadap dolar meningkat, nilai mata uang AS pun menguat terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.***

Halaman:

Tags

Terkini