Kamis, 4 Juni 2026

Ngeri! Bekasi Masuk Daftar Kota dengan Emisi Gas Beracun Tertinggi di Dunia

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB
Begini kondisi gunungan sampah di TPST Bantargebang Bekasi. ( instagram/mujib.ansori )
Begini kondisi gunungan sampah di TPST Bantargebang Bekasi. ( instagram/mujib.ansori )

METROBEKASI.ID - Kota Bekasi kembali jadi perhatian dunia internasional setelah muncul temuan terbaru terkait tingginya emisi gas metana dari TPST Bantargebang.

Berdasarkan pengamatan satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen Earth Surface Mineral Dust Source Investigation (EMIT) milik NASA, TPST Bantargebang menghasilkan emisi Gas Metana mencapai 6,3 ton per jam.

Jumlah tersebut membuat Bekasi disebut menjadi kota dengan emisi metana terbesar kedua di dunia.

Sementara posisi pertama ditempati Campo de Mayo di Argentina dengan emisi sekitar 7,6 ton per jam.

Baca Juga: Aksi Cepat Komplotan Kempes Ban di Bekasi, Tas Berisi Uang Ratusan Juta Digasak Maling

Temuan ini tentu cukup mengejutkan karena gas metana termasuk salah satu gas rumah kaca yang memiliki dampak besar terhadap pemanasan global.

Bahkan dalam periode 20 tahun, efek pemanasan gas metana disebut jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Tak hanya berdampak terhadap perubahan iklim, gas metana juga berperan dalam pembentukan ozon troposfer yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama sistem pernapasan.

Instrumen EMIT milik NASA sendiri dipasang di bagian luar Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS.

Baca Juga: Udara di Bekasi Terasa Makin Pengap dan Bikin Sesak, Ini Penyebab Utamanya

Teknologi tersebut menggunakan metode spektroskopi pencitraan untuk mendeteksi berbagai panjang gelombang cahaya dari permukaan bumi, termasuk emisi gas dan mineral tertentu.

Dari hasil pemantauan itu terlihat bahwa sektor pengelolaan sampah memiliki kontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca, khususnya di kawasan dengan volume sampah tinggi seperti TPST Bantargebang.

Selama ini, TPST Bantargebang memang menjadi lokasi utama pembuangan sampah dari Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Ribuan ton sampah masuk setiap hari sehingga gunungan sampah terus bertambah dan sulit dikendalikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini