Kamis, 4 Juni 2026

Udara di Bekasi Terasa Makin Pengap dan Bikin Sesak, Ini Penyebab Utamanya

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Kamis, 14 Mei 2026 | 09:24 WIB
Ilustrasi polusi udara. ( dok Unsplash.com/@punkidu)
Ilustrasi polusi udara. ( dok Unsplash.com/@punkidu)

METROBEKASI.ID - Belakangan ini warga Bekasi mulai merasakan udara yang makin tidak nyaman.

Mata terasa perih, batuk lebih sering muncul hingga napas terasa sesak ketika berada di luar ruangan.

Menurut data dari IQAir, kualitas udara di Bekasi menunjukkan kondisi tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia hingga penderita gangguan pernapasan.

Kondisi ini membuat sebagian warga mulai lebih sering mengalami batuk, tenggorokan kering, hingga mata terasa perih ketika berada di luar rumah terlalu lama.

Baca Juga: Saling Ejek di Medsos Berakhir Tragis, Nyawa Remaja 13 Tahun Melayang Ditikam Teman Sebaya  

Lalu sebenarnya apa yang membuat udara di Bekasi makin buruk?

Salah satu penyebab terbesar datang dari emisi kendaraan. Jumlah kendaraan di Bekasi terus meningkat setiap tahunnya.

Mulai dari motor, mobil pribadi, bus hingga truk besar setiap hari menghasilkan asap yang mengandung polusi udara.

Kemacetan yang hampir selalu terjadi di sejumlah ruas jalan juga membuat kendaraan mengeluarkan emisi lebih lama. Akibatnya, polusi semakin menumpuk di udara.

Selain kendaraan, pembakaran sampah liar dan debu jalanan juga menjadi faktor penting.

Baca Juga: ART di Bekasi Nekat Curi Emas Majikan, Nilainya Fantastis

Debu dari proyek pembangunan, jalanan kering hingga kendaraan berat membuat partikel halus beterbangan dan mencemari udara.

Saat cuaca sedang panas dan hujan jarang turun, debu biasanya menjadi lebih mudah menyebar dan membuat udara terasa makin kotor.

Bekasi yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia juga ikut menyumbang pencemaran udara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini