METROBEKASI.ID - Acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi bakal digelar di kawasan Tambun pada Jumat (22/5/2026) malam.
Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai di Warkop Tun Merdek dengan mengangkat tema “Kolonialisme di Zaman Kita”.
Dalam acara ini, warga tidak hanya diajak menonton film bersama, tapi juga berdiskusi langsung bersama akademisi, aktivis dan pegiat sosial mengenai berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat saat ini.
Panitia pun mengajak masyarakat untuk hadir dan ikut bertukar pikiran dalam suasana santai namun tetap tertib dan kondusif.
Seperti dilansir dari Instagram @infotambun pada Senin (18/5/2026), para akademisi, aktivis dan pegiat sosial yang akan hadir di antaranya:
- Dewi Kartika (Sekjend KPA)
- Irwansyah (Dosen Ilmu Politik UI)
- Bivitri (dosen Jentera)
- Nining Elitoskasbi (DBN Kasbi)
- Wahyu (Ketua PSBB-Kasbi)
- Harry Maulana (Produser watchdoc)
- M Nabil (LBH Jakarta)
Seperti diketahui, film Pesta Babi sendiri belakangan viral di media sosial karena mengangkat isu masyarakat adat Papua dan dampak pembangunan besar di wilayah mereka.
Film dokumenter tersebut diproduksi Ekspedisi Indonesia Baru dan disutradarai Dandhy Dwi Laksono, sosok yang juga dikenal lewat film dokumenter Sexy Killers dan Dirty Vote.
Dalam ceritanya, film ini memperlihatkan perjuangan masyarakat adat di selatan Papua yang menghadapi ekspansi industri serta proyek strategis nasional di bidang pangan dan energi.
Baca Juga: Dukung Asta Cita Presiden, PP IBI Siap Kawal Generasi Emas 2045 lewat Program Zero Stunting
Kisah bermula dari masuknya kapal-kapal pengangkut alat berat untuk mendukung proyek biodiesel sawit dan bioetanol tebu di Papua.
Dari situ, penonton diajak melihat bagaimana pembangunan yang disebut membawa kemajuan justru memunculkan keresahan di tengah masyarakat adat yang hidupnya bergantung pada hutan dan tanah leluhur mereka.
Film ini juga menampilkan berbagai bentuk penolakan masyarakat Papua terhadap proyek tersebut, mulai dari pemasangan palang adat hingga gerakan simbolik yang muncul sebagai bentuk perlawanan.
Lewat simbol tradisi pesta babi yang identik dengan kehormatan dan persaudaraan, film ini mencoba menggambarkan hubungan erat masyarakat Papua dengan alam dan budaya mereka.