METROBEKASI.ID - Polemik pembangunan lapangan padel yang berada berdampingan dengan Asshodriyah Islamic School (AIS) di Jalan Caman Raya, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, kini menjadi perhatian Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi.
Pembangunan fasilitas olahraga tersebut sebelumnya mendapat protes dari pihak sekolah dan sejumlah orang tua siswa yang khawatir terhadap dampak aktivitas pembangunan maupun operasional lapangan padel nantinya.
Menanggapi hal itu, Distaru Kota Bekasi langsung memfasilitasi pertemuan antara pengelola lapangan padel dengan pihak sekolah guna mencari jalan tengah atas polemik yang terjadi.
Baca Juga: Sering Gasak Motor Warga Serang Baru hingga Cikarang, 4 Pelaku Curanmor Kini Mendekam di Sel
Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Arief Maulana, mengatakan, berdasarkan kajian tata ruang, lokasi pembangunan lapangan padel tersebut sebenarnya sudah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bekasi.
“Dari segi perizinan tata ruang, betul sesuai, karena di situ zonanya jasa dan perdagangan,” ujar Arief Maulana seperti dikutip dari Instagram infobekasi, Rabu (20/5/2026).
Meski secara aturan tata ruang dinilai sesuai, Arief menegaskan kedua pihak tetap harus saling menghormati dan menjaga kenyamanan lingkungan sekitar, terutama karena lokasi pembangunan berdampingan langsung dengan area sekolah.
Baca Juga: Makin Panas! Warga Grand Galaxy City Tetap Tolak Gate Parkir Otomatis dan IPL Rp850 Ribu per Bulan
Menurutnya, kekhawatiran pihak sekolah terkait keamanan dan kenyamanan siswa saat proses pembangunan maupun setelah lapangan beroperasi menjadi hal yang perlu diperhatikan serius oleh pengelola padel.
“Ini terkait adanya kekhawatiran sekolah saat pelaksanaan pembangunan atau pascanya. Itu yang harus dijalankan dan diperhatikan oleh pemilik padel,” jelasnya.
Arief juga mengungkap pekan lalu pihak Distaru telah mempertemukan kedua belah pihak agar bisa berdiskusi secara langsung dan mencari solusi terbaik tanpa memicu konflik berkepanjangan.
Baca Juga: Sudah 5 Hari Jemaah Haji Indonesia Hilang di Mekkah, Masjidilharam hingga Rumah Sakit Terus Disisir
Sementara sambil menunggu kesepakatan dan titik terang kedua belah pihak, Distaru Kota Bekasi memutuskan menghentikan sementara aktivitas pembangunan lapangan padel tersebut.
Langkah ini diambil agar situasi tetap kondusif dan komunikasi antara pihak sekolah serta pengelola lapangan padel dapat berjalan dengan baik.