sosial

Pasca Insiden Maut di Bekasi Timur, Kemenhub dan KAI Siapkan Rp842 Miliar demi Perlintasan Sebidang Lebih Aman

Jumat, 22 Mei 2026 | 15:15 WIB
Tampak petugas Dishub Kota Bekasi siaga di perlintasan sebidang Ampera dan Bulak Kapal pada Rabu (20/5/2026) (instagram/dishubbekasikota)

METROBEKASI.ID - Kecelakaan maut antara KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu menjadi perhatian serius pemerintah.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan langkah pembenahan keselamatan perlintasan kereta api di berbagai daerah.

Salah satunya dengan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp842,48 miliar guna meningkatkan keselamatan di 1.600 perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan peristiwa di Bekasi Timur menjadi peringatan serius terkait masih lemahnya pengawasan dan fasilitas keselamatan di sejumlah perlintasan kereta api.

Baca Juga: Bikin Panik Sekampung, Ular Sanca Batik 3 Meter Tiba-tiba Muncul di Kamar Mandi Warga Babelan

“Untuk peningkatan keselamatan pada 1.600 lokasi perlintasan sebidang dibutuhkan total investasi sebesar Rp842,48 miliar,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Menurut Dudy, kebutuhan anggaran tersebut nantinya akan ditanggung bersama antara pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia atau KAI.

Kemenhub akan menanggung sekitar Rp603,9 miliar atau sekitar 72 persen dari total kebutuhan dana. Sementara KAI akan menanggung Rp238,6 miliar atau sekitar 28 persen.

Secara rinci, anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan petugas penjaga lintasan dengan estimasi biaya Rp603,9 miliar, pembangunan pos jaga lintasan sebesar Rp158,1 miliar, serta fasilitas mekanikal dan elektrikal senilai Rp60,9 miliar.

Baca Juga: Hidden Gem Sushi Ini Jadi Buruan Anak Bekasi, Salmon Belly dan Homemade Butternya Bikin Nagih

Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah juga menyiapkan alternatif sumber pembiayaan lain.

“Selain APBN, kami juga menyiapkan alternatif skema pembiayaan melalui kerja sama pemanfaatan CSR serta dukungan iklan pada lokasi strategis,” kata Dudy.

Kemenhub menilai penguatan pengawasan di perlintasan sebidang menjadi salah satu prioritas utama setelah kecelakaan di Bekasi Timur yang menewaskan belasan orang.

Berdasarkan penjelasan Kemenhub, rangkaian kejadian bermula ketika KRL relasi Bekasi–Cikarang menabrak sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 85 dekat Stasiun Bekasi Timur.

Halaman:

Tags

Terkini