METROBEKASI.ID - Upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kecamatan Cikarang Barat terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan evaluasi berkala.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan unsur Muspika, pemerintah kecamatan, koordinator wilayah pendidikan, perwakilan puskesmas serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikarang Barat, Ihsan Nuur Hidayatulloh, mengatakan, rakor tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran dan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
“Melalui forum ini kami melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan, menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan serta menerima berbagai masukan guna memperkuat kualitas layanan MBG di wilayah Cikarang Barat,” ujar Ihsan, Rabu (3/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan. Mulai dari validasi data penerima manfaat, standarisasi operasional dapur SPPG, pengelolaan lingkungan hingga peningkatan kualitas layanan pangan yang diberikan kepada masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah penguatan standar operasional dapur. Standar tersebut meliputi:
- Pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
- Sertifikasi halal
- Penerapan sistem keamanan pangan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)
- Target sertifikasi ISO guna mendukung tata kelola layanan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat, seluruh pihak juga melakukan validasi data penerima manfaat untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Langkah ini dinilai penting agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau kelompok sasaran secara tepat.
Baca Juga: Rumah Warga Cimuning Bekasi Dibobol Maling saat Ditinggal Liburan, Isi Kamar Berantakan, Laptop Raib
Berdasarkan data sementara, jumlah peserta didik yang berpotensi menerima manfaat program di Kecamatan Cikarang Barat mencapai sekitar 75 ribu siswa.
Selain itu, kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang telah menerima layanan mendekati 5.000 penerima manfaat.
Proses pendataan tersebut masih terus diperbarui melalui koordinasi antara SPPG, fasilitas pelayanan kesehatan serta instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh kelompok sasaran dapat terlayani dengan baik.
Dalam evaluasi yang dilakukan, ditemukan beberapa aspek yang masih memerlukan penyempurnaan.