METROBEKASI.ID - Tragedi kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Commuter Line di Bekasi Timur pada April lalu, dinilai menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem transportasi dan keselamatan perlintasan kereta di kawasan padat seperti Bekasi.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan fly over dan penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur
“Kecelakaan beruntun yang diawali insiden taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang menunjukkan bahwa kawasan Bekasi membutuhkan rekayasa transportasi yang lebih modern dan aman. Pembangunan fly over tidak bisa lagi ditunda,” ujar Sudjatmiko saat melakukan kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Kabupaten Bekasi Siapkan Metode Modern Atasi Sampah di TPA Burangkeng, Begini Konsepnya
Berdasarkan kronologi dari sejumlah laporan dan keterangan resmi, kecelakaan bermula saat sebuah kendaraan taksi mengalami gangguan di jalur perlintasan dekat Bekasi Timur sehingga menghambat operasional KRL.
Dalam kondisi jalur terganggu tersebut, KRL yang berhenti kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Insiden itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Selain menelan korban jiwa, perjalanan kereta lintas Bekasi–Cikarang juga sempat lumpuh selama proses evakuasi berlangsung.
Sudjatmiko menilai tingginya kepadatan lalu lintas kendaraan dan frekuensi perjalanan kereta di wilayah Bekasi membuat keberadaan perlintasan sebidang menjadi risiko serius bagi keselamatan publik.
Ia menegaskan Komisi V DPR RI akan mendorong dukungan anggaran sekaligus mengawal kebijakan agar pembangunan fly over maupun underpass di titik-titik rawan bisa diprioritaskan dalam program nasional transportasi.
Baca Juga: Diduga Jalan Licin, Pengendara Motor Wanita Tewas Terlindas Truk di Cikarang Utara
“Kita tidak boleh menunggu jatuh korban berikutnya. Bekasi adalah salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Infrastruktur keselamatan harus menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Sudjatmiko juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan, koordinasi pengamanan perlintasan, serta percepatan eliminasi perlintasan sebidang sesuai amanat keselamatan transportasi nasional.