bekasi-24-jam

Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Terungkap Ini Motif Pemuda Bunuh Balita 2,5 Tahun di Kontrakan Bekasi

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:00 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (29/5/2026) (mame/metropolitan)

METROBEKASI.ID -  Kasus pembunuhan balita berusia 2,5 tahun berinisial A di kawasan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, akhirnya mulai terungkap.

Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota resmi menetapkan G (18) sebagai tersangka dalam kasus tragis tersebut.

Peristiwa itu terjadi di kontrakan Omah Seruni 99 pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelaku diketahui paman korban sendiri.

Baca Juga: Dua Pengedar Sabu Diringkus di Bekasi, Satu Pelaku ternyata Berstatus ASN PPPK

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan, status G dinaikkan menjadi tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif usai pelaku sadar dari perawatan di rumah sakit.

“Setelah pelaku siuman, kami lakukan pemeriksaan sehingga mendapatkan petunjuk baru. Dari keterangannya, meski sempat berubah-ubah, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya,” ujar Kompol Andi kepada wartawan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (29/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap motif pelaku tega menghabisi nyawa korban, karena kesal saat bermain game dan terganggu oleh tangisan korban yang terus rewel.

Baca Juga: Mantap! Layanan Jemput Bola Adminduk Cikarang Pusat Permudah Pasien Urus e-KTP

Pelaku kemudian pergi ke dapur mengambil pisau dan menusuk korban secara brutal di bagian kepala hingga tubuh.

“Di bagian wajah saja terdapat sekitar 20 luka tusukan dan di badan ada 12 luka tusukan. Total sekitar 32 luka tusukan di tubuh korban,” ungkapnya.

Selain itu, polisi juga mengungkap pengakuan pelaku yang mengaku mendapat bisikan gaib agar cepat bertemu Tuhan sebelum melakukan aksi tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Pegawai Bank Keliling Jadi Sasaran Begal Bersajam di Bekasi, Punggung Korban Alami Luka Sabetan

Dalam kesehariannya, korban diketahui tinggal bersama neneknya berinisial M (60) dan pelaku di kontrakan tersebut sejak lahir. Sementara ibu korban disebut sudah lama meninggalkan anaknya.

Saat kejadian, korban dan pelaku hanya berada berdua di rumah karena sang nenek sedang bekerja mencari nafkah. Polisi menyebut korban sempat menangis cukup lama hingga membuat pelaku emosi.

Halaman:

Tags

Terkini