nasional

Mulai Bersiap ke Arafah, Jemaah Haji Indonesia Diminta Jaga Fisik dan Tetap Disiplin

Senin, 25 Mei 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi suasana di padang Arafah. (konevi/pixabay)

METROBEKASI.ID - Puncak Ibadah haji 2026 akhirnya di depan mata.

Seluruh jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai bergerak menuju Arafah pada Senin (25/5/2026) untuk menjalani rangkaian ibadah Armuzna atau Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan proses pemberangkatan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dilakukan secara bertahap.

Menurut Maria, pergerakan jemaah haji dibagi dalam tiga trip keberangkatan agar proses mobilisasi berjalan lebih tertib dan lancar.

Baca Juga: Siap-Siap! Gaji ke-13 Cair Juni 2026, Ini Daftar Penerima dan Aturan Lengkapnya

Kloter pertama dijadwalkan berangkat pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi, disusul kloter kedua pukul 11.30 siang dan keberangkatan berikutnya pada pukul 16.30 sore.

Maria mengingatkan seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal dan mengikuti arahan petugas kloter, petugas sektor, pembimbing ibadah hingga petugas layanan di lapangan.

Ia menegaskan agar jemaah tidak bergerak sendiri maupun mendahului jadwal keberangkatan. Selain itu, jemaah juga diminta tetap bersama rombongan agar tidak terpisah di tengah padatnya aktivitas Armuzna.

Menurutnya, fase Armuzna merupakan tahapan paling penting dalam ibadah haji karena membutuhkan kesiapan fisik, mental dan kedisiplinan tinggi dari seluruh jemaah.

Baca Juga: Aksi Balap Liar di Bekasi Dibubarkan Brimob, 3 Remaja Diamankan, Satu Motor Ikut Disita

Di sisi lain, berbagai layanan penunjang juga terus dimatangkan oleh petugas. Mulai dari kesiapan tenda, transportasi, konsumsi, layanan kesehatan hingga penempatan petugas di sejumlah titik layanan.

Maria juga mengajak seluruh jemaah untuk saling peduli selama proses ibadah berlangsung.

Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, berjalan sendiri, kelelahan atau terpisah dari rombongan, masyarakat diminta segera membantu dan mengarahkan ke petugas terdekat.

Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu agar tidak berjalan tanpa pendampingan.

Halaman:

Tags

Terkini