Baca Juga: Tok! Pengusaha Penyuap Bupati Bekasi Akhirnya Dijatuhi Vonis Berat dan Denda Rp150 Juta
Saat ini proses pendaftaran masih terus berjalan dan diverifikasi. Data sementara menunjukkan sudah ada 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP, dan 80 siswa SMA yang mendaftar.
Ia menyebut Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang beruntung karena mendapatkan program prioritas nasional tersebut.
“Alhamdulillah Kabupaten Bekasi mendapat Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik. Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, persiapan program sebenarnya sudah dilakukan sejak April 2025, mulai dari penyediaan lahan hingga pengurusan berbagai perizinan.
Baca Juga: Warkop Tun Merdek Tambun bakal Jadi Lokasi Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”, Catat Nih Tanggalnya
“Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa,” ujarnya.
Proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan atau PKH.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga Kabupaten Bekasi kategori desil 1 mencapai 38.180 keluarga, sedangkan desil 2 sebanyak 47.058 keluarga yang berpotensi menjadi sasaran program tersebut.
Alamsyah menegaskan seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah. “Gratis dari awal masuk sampai lulus. Bahkan fasilitas penunjang juga disiapkan,” katanya.
Meski begitu, pemerintah mengakui masih ada sebagian orang tua yang belum bersedia melepas anaknya mengikuti program tersebut.
Karena itu, sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat Sekolah Rakyat sebagai upaya membentuk karakter sekaligus memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.***