sosial

Sekolah Rakyat Khusus Keluarga Miskin segera Dibuka di Bekasi, Ini Kuota dan Sasarannya

Selasa, 19 Mei 2026 | 10:00 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman saat meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Senin (18/5/2026). (instagram/bekasi_kab)

Baca Juga: Tok! Pengusaha Penyuap Bupati Bekasi Akhirnya Dijatuhi Vonis Berat dan Denda Rp150 Juta

Saat ini proses pendaftaran masih terus berjalan dan diverifikasi. Data sementara menunjukkan sudah ada 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP, dan 80 siswa SMA yang mendaftar.

Ia menyebut Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang beruntung karena mendapatkan program prioritas nasional tersebut.

“Alhamdulillah Kabupaten Bekasi mendapat Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik. Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, persiapan program sebenarnya sudah dilakukan sejak April 2025, mulai dari penyediaan lahan hingga pengurusan berbagai perizinan.

Baca Juga: Warkop Tun Merdek Tambun bakal Jadi Lokasi Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”, Catat Nih Tanggalnya

“Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa,” ujarnya.

Proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan atau PKH.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga Kabupaten Bekasi kategori desil 1 mencapai 38.180 keluarga, sedangkan desil 2 sebanyak 47.058 keluarga yang berpotensi menjadi sasaran program tersebut.

Alamsyah menegaskan seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung pemerintah. “Gratis dari awal masuk sampai lulus. Bahkan fasilitas penunjang juga disiapkan,” katanya.

Baca Juga: Astaghfirullah! Pria di Tambun Selatan Diduga Cabuli Anak Kandung selama Setahun, Kini Diciduk Polisi

Meski begitu, pemerintah mengakui masih ada sebagian orang tua yang belum bersedia melepas anaknya mengikuti program tersebut.

Karena itu, sosialisasi akan terus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat Sekolah Rakyat sebagai upaya membentuk karakter sekaligus memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.***

Halaman:

Tags

Terkini