METROBEKASI.ID - Jembatan penghubung Babelan-Harapan Indah, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan warga dan pengguna jalan.
Infrastruktur yang awalnya digadang-gadang mampu mempermudah mobilitas masyarakat justru dikeluhkan karena dianggap menjadi penyebab kemacetan baru setiap hari.
Melansir dari Instagram babelaninfo pada Jumat (22/5/2026), sejumlah pengendara menilai desain jembatan tersebut terkesan dibuat tanpa perencanaan matang.
Bahkan, tak sedikit warga yang menyebut bentuk dan pengerjaannya seperti proyek “dadakan” karena dinilai belum memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Keluhan paling banyak datang dari kondisi turunan jembatan yang dianggap terlalu curam.
Pengendara motor hingga mobil harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama ketika kondisi jalan sedang ramai atau saat hujan turun.
Baca Juga: Usai Jadi Runner-up Indonesia Masters, Raymond/Joaquin Incar Gelar Juara Indonesia Open 2026
Tak hanya itu, kondisi jalan di sekitar jembatan juga mulai mengalami kerusakan.
Beberapa titik terlihat berlubang dan permukaan aspal mulai bergelombang meski jembatan belum lama digunakan.
Hal tersebut membuat kendaraan melambat dan menyebabkan antrean panjang di kedua arah.
Baca Juga: Si Mayor, Sapi Jumbo 1 Ton asal Bandung Barat yang Dipinang Presiden Prabowo untuk Iduladha 1447 H
Situasi diperparah dengan adanya oknum “Pak Ogah” yang mengatur arus lalu lintas secara tidak resmi.
Alih-alih membantu, pengaturan kendaraan yang dilakukan sesuka hati justru dinilai membuat arus lalu lintas semakin semrawut dan tidak teratur.