Kamis, 4 Juni 2026

Sosok BCS di Mata Tetangga, Juragan Kontrakan WN Korea yang Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya Bekasi

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Senin, 1 Juni 2026 | 10:30 WIB
Begini rumah lansia WN Korea di Tambun, Bekasi. (istimewa)
Begini rumah lansia WN Korea di Tambun, Bekasi. (istimewa)

METROBEKASI.ID - Sosok BCS (60), warga negara Korea Selatan yang ditemukan tewas di rumahnya, Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Selama hampir 18 tahun tinggal di kawasan tersebut, BCS lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Kehidupannya yang tenang mendadak jadi sorotan setelah ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di ruang makan rumahnya pada Rabu (27/5/2026).

Polisi pun menduga korban tewas akibat tindak pembunuhan.

Baca Juga: Terekam CCTV Keluar Rumah Sendirian, Remaja 16 Tahun Warga Cibitung Hilang, Orangtua Cemas

Asep (55), warga yang dipercaya mengelola usaha kontrakan korban, mengatakan bahwa BCS sudah lama menetap di lingkungan tersebut.

Meski telah bertahun-tahun tinggal di Tambun Selatan, korban dikenal tidak banyak bergaul dengan warga. "Sudah lama tinggalnya, hampir 18 tahun di sini," kata Asep, Jumat (29/5/2026).

Menurut Asep, korban memiliki tiga orang anak. Setelah berpisah dengan istrinya yang merupakan warga negara Indonesia, BCS tinggal bersama putri sulungnya yang saat ini duduk di bangku kelas 1 SMA.

"Yang tinggal sama dia anak perempuan paling besar, sekarang kelas 1 SMA," ujarnya. Asep menuturkan, keseharian SBC lebih banyak dihabiskan di dalam rumah.

Baca Juga: Si Jago Merah Ngamuk di Kampung Rawajulang, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Bahkan dalam dua tahun terakhir, korban hampir tidak pernah terlihat keluar rumah maupun bepergian ke negara asalnya.

"Orangnya tertutup, jarang bergaul. Sudah dua tahun juga hampir tidak pernah keluar rumah. Selama tinggal di sini juga tidak pernah ke Korea," ungkapnya.

Hubungan Asep dengan korban selama ini sebatas urusan pekerjaan. Jika membutuhkan bantuan terkait pengelolaan kontrakan, BCS biasanya menghubunginya melalui telepon.

Menurutnya, rumah korban juga sangat jarang didatangi teman atau kerabat. Hari-hari SBC lebih banyak dihabiskan bersama putrinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini