Baca Juga: Dongkrak PAD, Pemkab Bekasi Gandeng Akademisi hingga Media Tertibkan Pajak Air Tanah
Di samping rumah tersebut, korban diketahui memiliki sekitar 30 unit rumah kontrakan yang menjadi salah satu sumber usahanya selama tinggal di Indonesia.
Sejumlah warga menduga kendala bahasa menjadi salah satu alasan korban sulit berbaur dengan lingkungan sekitar.
Meski telah lama tinggal di Bekasi, kemampuan berbahasa Indonesia korban disebut masih terbatas.
"Bahasanya masih patah-patah. Kita juga enggak begitu mengerti bahasa dia," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: Libur Panjang Usai, Penumpang Kereta yang Tiba di Jakarta Capai 40 Ribu Orang
Warga itu menambahkan, korban memang jarang terlihat berbincang dengan tetangga. Jika keluar rumah, biasanya hanya untuk urusan pekerjaan dan langsung kembali pulang.
Sementara berdasarkan informasi yang beredar, polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku.
"Benar diamankan terduga pelaku,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat (29/5/26).
Namun hingga kini identitas maupun motif pelaku belum diungkap karena penyelidikan masih terus berlangsung. “Masih dalam pemeriksaan. Nanti akan kami sampaikan hasilnya," ujarnya.***
Artikel Terkait
Tinggal Sendirian di Tambun, Lansia WNA asal Korea Tewas Penuh Luka