Baca Juga: Kabupaten Bekasi Siapkan Metode Modern Atasi Sampah di TPA Burangkeng, Begini Konsepnya
Di tempat itu, pasangan pengantin sempat bertemu dengan pemilik usaha yang berjanji akan menyelesaikan pembayaran venue sekitar pukul 16.00 WIB.
Bahkan, Feny sempat membuat surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk kesanggupan pihak vendor untuk mengembalikan uang jika gagal memenuhi kewajibannya.
Namun tak lama kemudian, pasangan pemilik vendor meminta izin keluar lokasi dan tidak pernah kembali.
“Waktu itu saya tidak kepikiran mereka bakal kabur, jadi saya izinkan,” ungkap Feny.
Hingga malam hari, pihak vendor tak kunjung memberikan kabar. Keluarga pengantin pun berusaha mencari keberadaan mereka ke sejumlah lokasi, termasuk warung milik keluarga owner, tetapi hasilnya nihil.
Di tengah kondisi syok dan panik, keluarga akhirnya memutuskan tetap melangsungkan akad nikah meski tanpa resepsi.
Tamu undangan yang sebelumnya sudah diundang pun satu per satu dihubungi untuk diberi penjelasan dan permintaan maaf karena acara resepsi batal digelar.
Meski sederhana, akad nikah akhirnya tetap berlangsung berkat bantuan sejumlah vendor lain seperti make up artist dan MC yang tetap bersedia membantu.
Baca Juga: Diduga Jalan Licin, Pengendara Motor Wanita Tewas Terlindas Truk di Cikarang Utara
Acara pernikahan pun berlangsung tanpa dekorasi mewah maupun layanan katering seperti yang sebelumnya direncanakan.
“Tapi Alhamdulillah masih ada yang mau bantu untuk acara akad,” ucap Feny.
Hingga kini, pasangan tersebut mengaku masih syok dan belum menghitung total kerugian yang dialami akibat dugaan penipuan tersebut.
Sementara pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Jakarta Timur.