Kamis, 4 Juni 2026

Tetangga Ungkap Sosok G, Paman yang Tega Habisi Nyawa Keponakan Balita di Bekasi

Noviati Fajar Anugrah, Metro Bekasi
- Minggu, 31 Mei 2026 | 18:15 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (29/5/2026) (mame/metropolitan)
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (29/5/2026) (mame/metropolitan)

METROBEKASI.ID - Kasus pembunuhan balita berusia 2,5 tahun di Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, terus menyita perhatian publik.

Pelaku yang merupakan paman korban berinisial G (18) kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Di balik tragedi tersebut, terungkap sejumlah fakta mengenai sosok pelaku.

Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, mengatakan pelaku diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi berdasarkan keterangan yang disampaikan ibunya usai kejadian.

Baca Juga: Dongkrak PAD, Pemkab Bekasi Gandeng Akademisi hingga Media Tertibkan Pajak Air Tanah

“Sempat ditanya ke ibunya, dia punya penyakit epilepsi,” ujar Taufik saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Taufik, G memang dikenal memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan remaja seusianya.

Ia kerap terlihat berjalan sambil berbicara sendiri, namun tak pernah menunjukkan sikap agresif atau temperamental kepada warga sekitar.

“Kalau saya perhatikan memang agak berbeda dari anak-anak seusianya. Kadang jalan sambil ngomong sendiri, tetapi tidak pernah terlihat suka membuat masalah,” katanya.

Baca Juga: Libur Panjang Usai, Penumpang Kereta yang Tiba di Jakarta Capai 40 Ribu Orang  

Warga sekitar juga mengenal G sebagai pribadi yang cukup tenang. Meski sesekali menjadi bahan candaan teman-temannya, ia tidak pernah memberikan perlawanan ataupun menunjukkan emosi berlebihan.

Dalam kesehariannya, G masih mampu menjalankan aktivitas normal. Ia sering terlihat berbelanja ke warung dan bahkan kerap membeli susu untuk keponakannya yang kini menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Sering saya lihat dia belanja sendiri, beli susu buat ponakannya. Jadi aktivitas sehari-harinya terlihat biasa saja,” ujar Taufik.

Namun, berdasarkan keterangan keluarga, kondisi G disebut berubah ketika tidak mengonsumsi obat rutin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini