METROBEKASI.ID - Kasus pembunuhan balita berusia 2,5 tahun di Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, terus menyita perhatian publik.
Pelaku yang merupakan paman korban berinisial G (18) kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Di balik tragedi tersebut, terungkap sejumlah fakta mengenai sosok pelaku.
Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, mengatakan pelaku diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi berdasarkan keterangan yang disampaikan ibunya usai kejadian.
Baca Juga: Dongkrak PAD, Pemkab Bekasi Gandeng Akademisi hingga Media Tertibkan Pajak Air Tanah
“Sempat ditanya ke ibunya, dia punya penyakit epilepsi,” ujar Taufik saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Taufik, G memang dikenal memiliki perilaku yang berbeda dibandingkan remaja seusianya.
Ia kerap terlihat berjalan sambil berbicara sendiri, namun tak pernah menunjukkan sikap agresif atau temperamental kepada warga sekitar.
“Kalau saya perhatikan memang agak berbeda dari anak-anak seusianya. Kadang jalan sambil ngomong sendiri, tetapi tidak pernah terlihat suka membuat masalah,” katanya.
Baca Juga: Libur Panjang Usai, Penumpang Kereta yang Tiba di Jakarta Capai 40 Ribu Orang
Warga sekitar juga mengenal G sebagai pribadi yang cukup tenang. Meski sesekali menjadi bahan candaan teman-temannya, ia tidak pernah memberikan perlawanan ataupun menunjukkan emosi berlebihan.
Dalam kesehariannya, G masih mampu menjalankan aktivitas normal. Ia sering terlihat berbelanja ke warung dan bahkan kerap membeli susu untuk keponakannya yang kini menjadi korban dalam kasus tersebut.
“Sering saya lihat dia belanja sendiri, beli susu buat ponakannya. Jadi aktivitas sehari-harinya terlihat biasa saja,” ujar Taufik.
Namun, berdasarkan keterangan keluarga, kondisi G disebut berubah ketika tidak mengonsumsi obat rutin.
Artikel Terkait
Pulang Jualan Nenek Syok Cucu dan Anak Bersimbah Darah di Kontrakan, Satu Balita Tewas
Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Terungkap Ini Motif Pemuda Bunuh Balita 2,5 Tahun di Kontrakan Bekasi