Selain mengurangi PO, ada juga perusahaan yang mulai mencari alternatif pemasok atau beralih ke kompetitor demi mendapatkan harga bahan baku yang lebih kompetitif.
Baca Juga: 3 Tempat Makan Enak di Bekasi yang Selalu Ramai, Harganya Ramah di Kantong, Rasanya Juara
Farid juga menyebut, upaya efisiensi sebenarnya sudah dilakukan maksimal oleh perusahaan. Namun tekanan akibat naiknya harga bahan baku impor kini semakin sulit dihindari, terutama pada sektor otomotif yang masih banyak menggunakan komponen dari luar negeri.
“Mengenai kenaikan harga bahan baku ini mulai terasa sekarang, terutama produk otomotif yang kebanyakan bahan bakunya impor,” jelasnya.
Para pelaku industri berharap kondisi nilai tukar rupiah bisa kembali stabil agar aktivitas produksi dan daya beli pasar tidak semakin tertekan dalam beberapa waktu ke depan.(mame)